Jakarta – Dalam sebuah acara yang penuh makna, mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim, hadir sebagai tamu kehormatan pada peluncuran badan pengelola investasi BPI Danantara di Istana Kepresidenan, Jakarta. Acara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto ini menyuguhkan momen saling menghormati yang sangat mengesankan antara kedua tokoh tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo tidak hanya meluncurkan BPI Danantara, tetapi juga mengenang jasa-jasanya Emil Salim yang telah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. “Kami juga memiliki senior kita, tokoh ekonomi terkemuka, Bapak Profesor Doktor Emil Salim,” ucap Prabowo dengan nada penuh penghormatan.
Setelah peluncuran, Prabowo melanjutkan tradisi menyapa para tamu undangan, termasuk menteri kabinet, kepala badan, duta besar dari berbagai negara, dan tamu-tamu penting lainnya. Momen yang paling mengharukan terjadi ketika Prabowo menghampiri Emil Salim yang duduk di kursi roda. Dengan sikap penuh hormat, Prabowo membungkuk dan menyalami Emil, menandakan penghargaan yang mendalam terhadap sosok yang telah berperan penting dalam pembangunan bangsa.
Emil Salim dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam pemerintahan Indonesia, dengan karir yang mencakup posisi sebagai Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara serta Menteri Perhubungan pada masa Orde Baru. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebelum acara ini, Prabowo juga sempat berkunjung ke kediaman Emil Salim di Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan permohonan maafnya karena baru bisa mengunjungi Emil setelah Pilpres 2024, sambil mengagumi dedikasi Emil bagi bangsa. Momen tersebut diabadikan dan diunggah di akun Instagram Prabowo, menunjukkan kedekatan dan saling menghormati antara dua tokoh yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
Peluncuran BPI Danantara diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.











